03 Aug 2026 Humas Post Dibaca 101 kali

Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Khairun Susun Peta Indeks Kerentanan Pesisir sebagai Dasar Prioritas Penanganan Abrasi di Kelurahan Dokiri

Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Khairun Susun Peta Indeks Kerentanan Pesisir sebagai Dasar Prioritas Penanganan Abrasi di Kelurahan Dokiri

Info Sipil - Fakultas Teknik Universitas Khairun melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berhasil menyusun Dokumen Identifikasi Kondisi Pesisir dan Peta Indeks Kerentanan Pesisir Kelurahan Dokiri, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Sipil bersama Program Studi Arsitektur ini bertujuan menyediakan dasar ilmiah dalam menentukan prioritas penanganan abrasi pantai yang menjadi salah satu permasalahan di wilayah pesisir Kelurahan Dokiri.

Kegiatan PKM ini melibatkan lima dosen Fakultas Teknik Universitas Khairun, yaitu Prof. Dr. Ir. Mufti Amir Sultan, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Dr. Ir. Nurmaiyasa Marsaoly, S.T., M.T., IPM., Dr. Ir. Sabaruddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dan Nabila Islamaiya Alhadar, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil, serta Hidayat Hi. Muhammad, S.Ars., M.Ars. dari Program Studi Arsitektur. Seluruh dosen tersebut bermitra dengan Pemerintah Kelurahan Dokiri dalam pelaksanaan kegiatan sebagai wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. 

Pelaksanaan survei lapangan turut melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unkhair sebagai tim lapangan, yaitu Filardi Amaludin Sidik, Fajar Dirgantara Laparinta, Hairul Fikri, Yuda Azhari Albanjar, dan M. Rafi Sangadji. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi media pembelajaran lapangan yang memberikan pengalaman praktis dalam pengumpulan data, analisis kondisi pesisir, serta pengolahan data spasial sebagai bagian dari penguatan kompetensi keteknikan.

Survei lapangan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, mencakup 20 titik pengamatan yang tersebar di sepanjang garis pantai Kelurahan Dokiri, terbagi menjadi 12 titik di Segmen Selatan dan 8 titik di Segmen Utara. Pada setiap titik, tim menilai empat parameter utama kerentanan pesisir, yaitu abrasi pantai, rob atau genangan pasang, tinggi gelombang, dan kondisi talud/breakwater, dilengkapi dokumentasi foto serta pencatatan koordinat GPS.

Data hasil survei selanjutnya dianalisis menggunakan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dan divisualisasikan secara spasial dengan perangkat lunak QGIS sehingga menghasilkan Peta Indeks Kerentanan Pesisir Kelurahan Dokiri. Berdasarkan hasil analisis, wilayah pesisir diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerentanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Dari 19 titik yang berhasil dianalisis menggunakan metode CVI, diperoleh 6 titik dengan tingkat kerentanan tinggi, 8 titik dengan tingkat kerentanan sedang, dan 5 titik dengan tingkat kerentanan rendah. Seluruh titik dengan tingkat kerentanan tinggi terkonsentrasi pada Segmen Selatan.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim PKM merumuskan tiga tingkat prioritas penanganan. Lokasi berkode T1, T2A, dan T5B di Segmen Selatan beserta titik-titik di sekitarnya ditetapkan sebagai Prioritas I karena memerlukan penanganan segera serta kajian teknis lanjutan. Kondisi kerusakan talud di lokasi tersebut telah mengancam stabilitas lahan dan bangunan milik masyarakat yang berada di belakangnya.

Dokumen beserta Peta Indeks Kerentanan Pesisir diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kelurahan Dokiri pada Kamis, 23 Juli 2026, dan diterima langsung oleh Lurah Dokiri beserta perangkat kelurahan. Selanjutnya, dokumen tersebut diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tidore Kepulauan dalam menetapkan prioritas penanganan abrasi pesisir secara lebih terarah dan berbasis data.

Sesi audiensi antara Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Khairun dan Pemerintah Kelurahan Dokiri sebelum penyerahan dokumen berlangsung

 

Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Khairun berfoto bersama Lurah Dokiri dan perangkat kelurahan usai penyerahan Peta Indeks Kerentanan Pesisir

Prosesi serah terima Peta Indeks Kerentanan Pesisir Kelurahan Dokiri dari Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Khairun kepada Lurah Dokiri.

Fakultas Teknik Universitas Khairun mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini sebagai wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui hasil identifikasi dan pemetaan yang telah disusun, kegiatan PKM ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung mitigasi abrasi pesisir secara berkelanjutan. Selain memberikan manfaat langsung bagi pemerintah daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keteknikan dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.